settings icon
share icon
Pertanyaan

Apa yang Alkitab katakan tentang kesatuan?

Jawaban


Topik tentang kesatuan adalah hal yang umum dalam Alkitab. Salah satu penyebutan paling awal tentang individu-individu yang dipersatukan adalah dalam pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita. Kejadian 2:24 menyatakan, "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." Dari situ, Alkitab menyajikan beberapa manifestasi lain dari kesatuan yang menyatakan hati Tuhan.

Kesatuan di dalam Gereja

Surat-surat Perjanjian Baru yang ditulis oleh rasul Paulus dipenuhi dengan referensi tentang persatuan di antara orang Kristen. Dia mendorong jemaat untuk saling mengasihi, memiliki pikiran yang sama, dan berbagi tujuan serta keyakinan saat mereka mengalami penganiayaan dan menanggung beban tekanan dari luar. Salah satu contoh nasihat Paulus untuk bersatu adalah Filipi 2:2: "karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan" (lihat juga 2 Korintus 13:11).

Contoh yang baik dari kesatuan gereja mula-mula adalah ketika orang-orang percaya "bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa" (Kisah Para Rasul 2:42). Ini adalah masa ketika "semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama" (Kisah Para Rasul 2:44). Kemudian, gereja di Antiokhia memberikan hadiah kebajikan kepada mereka yang menderita kelaparan parah di gereja di Yudea (Kisah Para Rasul 11:27-30). "Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!" (Mazmur 133:1).

Kesatuan di dalam Keallahan

Ulangan 6:4 berisi tentang Shema: "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN, Allah kita, Tuhan itu esa." Ada kesatuan di dalam Keallahan. Kemudian, ketika Yesus berkata, "Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes 10:30), Dia lebih lanjut menekankan kesatuan dalam Keallahan.

Setelah Yesus naik ke surga untuk bersama dengan Bapa, Paulus mendorong gereja dengan gagasan Trinitas, tiga anggota Keallahan yang setara. Ia berkata tentang Yesus, "karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa" (Efesus 2:18). Roh Kudus menyatukan dan mendorong orang-orang percaya dan menghubungkan mereka dengan Kristus dan Bapa. Gereja harus mencerminkan kesatuan ke-Allahan: "Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua." (Efesus 4:3-6).

Kesatuan dengan Kristus

Manifestasi penting lainnya dari kesatuan dalam Alkitab adalah ketika orang berdosa menerima pengorbanan penebusan Yesus Kristus, dan sebagai gantinya menerima hidup yang kekal. Yesus berkata, "Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa" (Yohanes 10:29). Keamanan keselamatan yang kekal dijanjikan kepada orang percaya sejak saat pertobatan.

Kesatuan mendorong orang percaya untuk memuliakan Kristus. Efesus 4:15-16 menyatakan, "dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih." Tidak ada yang dapat menggambarkan kesatuan yang lebih baik daripada gambaran Kristus sebagai kepala dan orang-orang percaya sebagai bagian dari satu tubuh.

Gambaran lain tentang kesatuan kita dengan Kristus dapat ditemukan dalam perintah Yesus untuk "tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku" (Yohanes 15:4). Dan Petrus menggambarkan kita sebagai satu kesatuan dengan Kristus dalam proyek pembangunan rumah Tuhan yang utama. Yesus adalah Batu Penjuru (1 Petrus 2:6-7), dan "datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu . . . biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani" (1 Petrus 2:4-5). Kesatuan dengan Kristus sangat penting bagi keberhasilan pelayanan orang percaya kepada Tuhan.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa yang Alkitab katakan tentang kesatuan?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries