Pertanyaan
Apa yang Alkitab katakan tentang hancur hati?
Jawaban
Di dunia ini, hal-hal yang rusak dihina dan dibuang. Apa pun yang tidak lagi kita perlukan, kita buang. Barang-barang yang rusak akan ditolak, dan itu termasuk manusia. Dalam pernikahan, ketika hubungan rusak, kecenderungannya adalah untuk pergi dan mencari seseorang yang baru daripada berusaha untuk berdamai. Dunia ini penuh dengan orang-orang yang hancur hati, patah semangat dan hubungan yang rusak.
"TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya" (Mazmur 34:19). Ada sesuatu tentang mencapai titik kehancuran yang menyebabkan kita mencari Tuhan dengan lebih tulus. Raja Daud pernah menjadi orang yang hancur, dan ia berdoa, "Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! . . . Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah." (Mazmur 51:12, 19). Ada beberapa hal dalam hidup kita yang perlu diremukkan: kesombongan, kemauan sendiri, sikap keras kepala, dan kebiasaan-kebiasaan berdosa, misalnya. Ketika kita merasakan kehancuran kita, Tuhan akan mengimbanginya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati" (Yesaya 57:15).
Alkitab mengatakan bahwa Tuhan menghancurkan mereka yang sombong dan memberontak. Firaun yang perkasa telah menentang Tuhan, tetapi Tuhan menghancurkannya dan membebaskan umat-Nya dari perbudakan dan rasa malu. "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak" (Imamat 26:13). Tuhan menghukum semua orang yang dengan sombongnya menentang Dia. "sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersorak-sorai karena gembira hatinya, tetapi kamu akan mengerang karena sedih hati, dan kamu akan menangis karena patah semangat" (Yesaya 65:14).
Bagi kita, hal-hal yang rusak dianggap tidak berharga, tetapi Tuhan dapat mengambil apa yang telah rusak dan membentuknya kembali menjadi sesuatu yang lebih baik, sesuatu yang dapat Dia gunakan untuk kemuliaan-Nya. Barang-barang yang rusak dan orang-orang yang rusak adalah hasil dari dosa. Namun, Tuhan mengutus Anak-Nya, yang tidak berdosa, untuk dihancurkan sehingga kita dapat disembuhkan. Pada malam sebelum Dia mati, Yesus memecah-mecahkan roti dan berkata, "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu." Dia pergi ke Kalvari untuk mati agar kita dapat hidup. Kematian-Nya memungkinkan manusia yang hancur dan berdosa diperdamaikan dengan Tuhan dan disembuhkan. Tanpa tubuh Yesus yang hancur, kita tidak akan bisa disembuhkan. "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh" (Yesaya 53:5).
Hanya ketika kita berserah kepada Kristus, kita dapat dipulihkan dan diubahkan. Penyerahan diri yang demikian membutuhkan kehancuran di pihak kita (Lukas 9:23). Roma 6:1-14 menjelaskan bagaimana orang percaya menjadi mati bagi dosa dan hidup bagi Tuhan di dalam Kristus. Klaim janji yang tidak dapat diingkari: " Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia" (Yohanes 16:33). "Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu; Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah. . . . TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman" (Mazmur 34:20-23).
Yesus memandang segala sesuatu dalam terang kekekalan, dan demikian juga kita: "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa" (Ibrani 12:2-3).
Tuhan menarik kita, Dia memanggil kita. Dia rindu agar kita datang kepada-Nya sehingga Dia dapat menyembuhkan kita. Seringkali, kita tidak dapat mendengar panggilan-Nya karena kita terlalu sibuk dengan hal-hal lain - kehidupan kita, keluarga kita, pekerjaan kita, masalah dan ketidakbahagiaan kita. Terkadang kita harus dihancurkan sebelum kita menyadari kebutuhan kita. Dan kebutuhan kita yang paling dalam adalah diperdamaikan dengan Tuhan. Hanya dengan demikian kita dapat menjadi utuh (Matius 5:5).
Solusi tidak akan pernah datang dari usaha atau perjuangan kita sendiri, tetapi hanya datang dari Dia. Hanya ketika kita menyadari kebutuhan kita akan Tuhan, kita dapat mengalihkan pandangan kita dari diri kita sendiri dan memusatkan perhatian kita kepada Tuhan dan Yesus Kristus. Hanya ketika kita berhenti memikirkan diri kita sendiri dan mulai memikirkan apa yang telah Yesus lakukan untuk kita, barulah kita dapat mulai sembuh. Hanya ketika kita mengakui kebutuhan kita dan meminta Tuhan masuk ke dalam hidup kita, barulah Tuhan dapat mulai membuat kita menjadi utuh. Hanya ketika kita mengakui bahwa kita hancur, Tuhan dapat membuat kita menjadi seperti yang Dia inginkan. Ketika kita melepaskan diri dan menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan kita, segala sesuatu yang lain akan menjadi baik (Matius 6:33).
Pada minggu terakhir kehidupan Yesus, Dia sedang makan, dan "datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus" (Markus 14:3). Tindakan wanita itu memecahkan buli-buli pualam adalah simbol dari beberapa hal: Yesus akan segera "dipecahkan" di kayu salib, dan semua orang yang mengikuti-Nya harus bersedia untuk "dipecahkan" juga. Tetapi hasil dari kehancuran yang mahal itu sungguh indah.
Berserahlah kepada Tuhan dan izinkan Dia untuk membuat Anda utuh, untuk memberikan makna, tujuan dan sukacita dalam hidup Anda. Percayalah kepada-Nya. "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28).
English
Apa yang Alkitab katakan tentang hancur hati?