Pertanyaan
Siapakah Ahitofel dalam Alkitab?
Jawaban
Ahitofel awalnya adalah penasihat Raja Daud, tetapi kemudian ia mengkhianati Daud dengan membantu Absalom dalam pemberontakannya untuk menggulingkan kekuasaan Daud. Ahitofel terkenal karena nasihatnya, sedemikian rupa, "pada waktu itu nasihat yang diberikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan dari pada Allah; demikianlah dinilai setiap nasihat Ahitofel, baik oleh Daud maupun oleh Absalom” (2 Samuel 16:23). Ahitofel memiliki karunia kebijaksanaan.
Setelah Absalom merebut Yerusalem, nasihat pertama Ahitofel kepadanya adalah agar ia tidur dengan semua selir ayahnya—secara terbuka—agar "membuat dirimu dibenci oleh ayahmu,” dan untuk memperkuat pendukungnya (2 Samuel 16:21–22). Pada masa itu, mengambil alih selir-selir raja merupakan pernyataan hak seseorang atas takhta. Hal ini memenuhi firman Tuhan kepada Daud setelah perselingkuhannya dengan Batsyeba: “Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari. Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan” (2 Samuel 12:11–12). Absalom mengikuti nasihat Ahitofel dan melakukan perbuatan jahat ini di atas atap istana agar seluruh Israel dapat melihatnya (2 Samuel 16:22).
Sebuah detail menarik dalam catatan Alkitab mungkin dapat membantu menjelaskan apa yang memotivasi pengkhianatan Ahitofel, setidaknya sebagian alasannya. Menurut 2 Samuel 23:34, anak Ahitofel bernama Eliam. Dan, menurut 2 Samuel 11:3, ayah Batsyeba bernama Eliam. Jika Eliam dalam kedua ayat tersebut adalah orang yang sama, maka ia adalah kakek Batsyeba. Mungkinkah perlakuan buruk Daud terhadap Batsyeba dan suaminya mendorong Ahitofel, pertama, untuk mengkhianati Daud, dan kedua, menasihati Absalom untuk tidur dengan para selir sebagai penghinaan lebih lanjut? Hubungan antara Ahitofel dan Batsyeba memang mungkin, meskipun jauh dari kesimpulan yang pasti secara Alkitabiah.
Ketika Absalom memulai pemberontakannya, Raja Daud tahu bahwa nasihat Ahitofel akan berbahaya di tangan anaknya. Selama pelariannya ke Bukit Zaitun, Daud berdoa kepada Tuhan agar nasihat Ahitofel diubah menjadi kebodohan (2 Samuel 15:31). Sebagai jawaban atas doa Daud, ketika Daud mencapai puncak Bukit Zaitun, ia bertemu dengan Husai orang Arki. Daud mengirim Husai kembali ke Absalom di Yerusalem sebagai agen rahasia untuk menggagalkan nasihat Ahitofel (2 Samuel 15:32–37). Di Yerusalem, Husai bersumpah setia kepada Absalom tetapi mulai memberikan nasihat yang menguntungkan Daud (2 Samuel 17:14).
Absalom bertanya kepada penasihat-penasihatnya langkah apa yang harus diambil selanjutnya. Ahitofel menyarankan untuk mengejar Daud segera dengan pasukan sebanyak dua belas ribu orang dan “mendatangi dia, selagi ia lesu dan lemah semangatnya” (2 Samuel 17:2). Namun, Husai menasihatkan Absalom untuk menunda serangan, membentuk pasukan yang lebih besar, dan menghancurkan Daud beserta pasukannya sepenuhnya (ayat 7–13). Absalom memilih untuk mengikuti nasihat Husai dan menolak saran Ahitofel. Hal ini berasal dari Tuhan, karena “TUHAN telah memutuskan, bahwa nasihat Ahitofel yang baik itu digagalkan, dengan maksud supaya TUHAN mendatangkan celaka kepada Absalom” (ayat 14).
Ketika Absalom menolak nasihatnya, kesombongan Ahitofel terluka, dan “ia mengatur urusan rumah tangganya, kemudian menggantung diri” (2 Samuel 17:23). Dengan mengikuti nasihat Husai, Absalom dikalahkan dan menerima hukuman atas pemberontakannya (2 Samuel 18:6–15).
Karena pengkhianatan Ahitofel terhadap Daud, banyak ahli melihatnya sebagai gambaran Yudas Iskariot. Sama seperti penasihat Daud mengkhianatinya, demikian pula murid Yesus, Yudas, mengkhianati-Nya. Kesamaan antara Ahitofel dan Yudas meliputi hal-hal berikut:
• keduanya adalah teman yang dipercaya yang mengkhianati temannya (2 Samuel 15:31; Matius 26:14–16).
• keduanya berpihak pada musuh untuk merencanakan kematian raja mereka (2 Samuel 17:1–4; Lukas 22:2–6).
• Keduanya menggantung diri setelah pengkhianatan selesai (2 Samuel 17:23; Matius 27:5).
Dalam Mazmur 41:10, Daud meratapi, “Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.” Ini, secara langsung, merujuk pada pengkhianatan Ahitofel. Namun, ini juga merupakan rujukan profetik terhadap Yudas, sebagaimana Yesus tunjukkan dalam Yohanes 13:18, di mana Ia mengutip Mazmur 41:9. Seperti Yudas, Ahitofel akan selamanya diingat sebagai seorang pengkhianat.
English
Siapakah Ahitofel dalam Alkitab?