Pertanyaan
Siapakah A.W. Tozer?
Jawaban
Aiden Wilson Tozer (1897—1963) adalah seorang pendeta Amerika di Gereja Christian and Missionary Alliance (Gereja Aliansi Kristen dan Misi) sekaligus seorang penulis yang menekankan pentingnya pengetahuan yang lebih mendalam tentang Tuhan serta pengembangan “kehidupan batin.” Karena alasan inilah ia digambarkan sebagai “mistikus evangelikal.” A.W. Tozer sangat berpengaruh dalam dunia Kristen evangelikal pada generasinya dan sering disebut sebagai “nabi abad ke-20.”
Tozer, sebagaimana ia lebih suka dipanggil, lahir pada 21 April 1897 di Pennsylvania barat dan hidup dalam kemiskinan selama masa mudanya. Ketika ia berusia sekitar 15 tahun, keluarganya pindah ke Akron, Ohio. Sebelum berusia 17 tahun, ia mendengarkan seorang pengkhotbah jalanan yang menantang pendengarnya untuk memohon kepada Tuhan, dengan berkata, “Kasihanilah aku, seorang pendosa.” Hal ini membekas dalam benak Tozer, dan ia pulang ke rumah lalu melakukan hal itu, menerima Kristus melalui iman. Ia mulai mempelajari Alkitab dan membaca buku-buku yang bermanfaat, serta imannya pun semakin bertumbuh. Ia tidak memiliki pendidikan formal (baik sekolah menengah atas maupun perguruan tinggi), tetapi ia belajar secara otodidak dan pada akhirnya menerima dua gelar doktor kehormatan. Sepanjang hidupnya, Tozer membaca berbagai macam topik, termasuk agama, filsafat, sastra, dan puisi.
Pada tahun 1919, A.W. Tozer menjadi pendeta di sebuah gereja kecil di West Virginia dan kemudian di gereja-gereja di Indiana dan Ohio. Pada tahun 1928, ia menjadi pendeta di Gereja Southside Alliance di Chicago, yang memiliki jemaat sekitar 80 orang. Tozer bertubuh kurus, tidak terlalu modis, dan bukan seorang pembicara yang karismatik. Namun, isi rohani khotbahnya, ditambah dengan pilihan kata-katanya serta penyampaian gagasan yang jelas, memikat jemaatnya. Jemaat tersebut terus bertumbuh, dan sebelas tahun kemudian sebuah gedung baru dibangun untuk menampung 800 orang. Pada tahun 1950, Tozer menjadi editor Alliance Weekly (Aliansi Mingguan), kini Alliance Life (Aliansi Kehidupan), majalah resmi Christian and Missionary Alliance. Editorial dan artikel-artikelnya memberinya panggung nasional dan menjadikannya juru bicara populer bagi kekristenan evangelikal. Pada tahun 1951, ia memulai siaran radio mingguan, yang memperluas pengaruhnya. Setelah 31 tahun menjabat sebagai pendeta di Southside Alliance Church, Tozer menerima panggilan untuk melayani di Avenue Road Alliance Church di Toronto, tempat ia melayani hingga wafat pada 12 Mei 1963.
Pada pemakamannya, putrinya berkata, “Aku tidak bisa merasa sedih. Aku tahu Ayah bahagia. Ia telah hidup untuk ini sepanjang hidupnya.” Pelayanan Tozer ditandai dengan penekanan pada pengenalan akan Tuhan. Ia memiliki kemampuan untuk menembus inti dari apa yang benar-benar penting, serta mengesampingkan hal-hal yang dangkal dan tidak esensial. Tozer percaya bahwa ia perlu menantang baik akal budi maupun jiwa, baik pikiran maupun hati, dan ia melakukannya secara konsisten dan dengan fasih.
Pelayanan A.W. Tozer berlanjut hingga hari ini. Rekaman audio khotbah-khotbahnya mudah diakses secara daring. Namun, ia paling dikenal melalui bukunya, dua di antaranya dianggap sebagai karya klasik rohani: "The Knowledge of the Holy" (Mengenal Yang Mahakudus) dan "The Pursuit of God" (Mengejar Allah).
Beberapa kutipan dari A.W. Tozer akan membantu menggambarkan semangat hidupnya:
“Kembalilah ke akar-akar yang paling mendasar. Bukalah hati kalian dan telusuri Kitab Suci. Pikullah salibmu, ikutilah Tuhanmu, dan jangan hiraukan tren keagamaan yang sementara. Massa selalu salah. Di setiap generasi, jumlah orang benar itu sedikit. Pastikan kalian termasuk di antara mereka.”
“Apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika memikirkan Tuhan adalah hal terpenting tentang diri kita. . . . Hal yang paling menyingkapkan jati diri Gereja adalah pandangannya tentang Tuhan, sama halnya, pesan terpentingnya adalah apa yang ia katakan—atau tidak ia katakan—tentang Dia, karena keheningannya seringkali lebih bermakna daripada perkataan.”
“Alasan mengapa banyak orang masih gelisah, masih mencari, dan masih sedikit kemajuan yang dicapai adalah karena mereka belum sampai pada titik di mana mereka benar-benar menyadari diri sendiri. Kita masih berusaha memberi perintah, dan mengganggu pekerjaan Tuhan di dalam diri kita.”
“Saya dapat mengatakan dengan penuh keyakinan, berdasarkan segala sesuatu yang dinyatakan dalam Firman Tuhan, bahwa pria atau wanita mana pun di bumi ini yang merasa bosan dan tidak tertarik pada ibadah, belum siap untuk masuk surga.”
“Kita diselamatkan untuk menyembah Tuhan. Segala sesuatu yang telah dilakukan Kristus . . . mengarah pada tujuan tunggal ini.”
“Kita tidak dapat memahami makna sejati kekudusan ilahi hanya dengan membayangkan seseorang atau sesuatu yang sangat murni, lalu meningkatkan konsep tersebut hingga ke tingkat tertinggi yang mampu kita capai. Kekudusan Tuhan bukanlah sekadar versi terbaik dari apa yang kita kenal, yang kemudian disempurnakan hingga taraf tak terhingga. Kita tidak mengenal apa pun yang serupa dengan kekudusan ilahi. Kekudusan itu berdiri sendiri, unik, tak terhampiri, tak terpahami, dan tak terjangkau. Manusia duniawi buta terhadap hal itu. Ia mungkin takut akan kuasa Tuhan dan mengagumi hikmat-Nya, namun ia bahkan tidak dapat membayangkan kekudusan-Nya.”
English
Siapakah A.W. Tozer?