www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apakah yang dimaksud dengan mempunyai wujud kesalehan secara lahiriah tetapi pada hakekatnya mengingkari kuasanya?

Jawaban:
Dalam 2 Timotius 3, rasul Paulus menggambarkan sifat manusia pada akhir zaman. Dalam uraiannya, ia memperingatkan tentang orang-orang yang dicirikan sebagai “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka (bahasa Inggris: memiliki wujud kesalehan), tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya” (ayat 5). Paulus kemudian memberikan perintah ini: “Jauhilah mereka itu!”

Paulus sering menggunakan kontras untuk menekankan sifat yang ingin ia tonjolkan. Dalam 2 Timotius 3:1-4, ia memberi Timotius daftar panjang perilaku dan sikap berdosa yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Di ayat 5 ia mengatakan kepada Timotius untuk menghindari orang-orang yang menyatakan dirinya Kristen dengan mulut mereka—mereka memiliki “wujud” kesalehan—tetapi bertindak sebagai orang-orang yang tidak beriman—mereka mengingkari kuasa kesalehan.

Mereka yang mempunyai wujud kesalehan secara lahiriah adalah mereka yang memperlihatkan agamanya secara lahiriah. Mereka menampilkan diri mereka sebagai orang saleh, namun itu semua hanyalah untuk pertunjukan. Tidak ada kekuatan di balik agama mereka, terbukti dari kehidupan mereka yang tidak berubah. Mereka berbicara tentang Tuhan dan hidup dalam dosa, dan mereka baik-baik saja dengan keadaan itu.

Orang-orang Kristen palsu ini bersifat merusak. Paulus memperingatkan bahwa mereka akan “menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran” (2 Timotius 3: 6–7). Dia membandingkan mereka dengan para penyihir jahat yang menentang Musa dan memperingatkan bahwa kebodohan dan pikiran jahat mereka pada akhirnya akan terungkap kepada semua orang (ayat 8-9).

Kuasa Tuhan yang seharusnya menyertai wujud kesalehan, ditunjukkan melalui Roh Kudus dan menghasilkan transformasi hidup kita. Roh Kudus berdiam di dalam diri orang percaya (1 Korintus 6:19) dan memampukannya menghasilkan buah-buah yang jelas: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Galatia 5:22-23). Inilah ciri-ciri orang Kristen sejati, berbeda dengan daftar dosa Paulus dalam 2 Timotius 3:1-4.

Nasihat Paulus kepada Timotius sejalan dengan penjelasan Yakobus tentang bagaimana mengenali iman yang sejati (Yakobus 2:14-26). Iman yang sejati akan dibuktikan dengan perbuatan baik yang terjadi secara alami. Jika seseorang mengatakan dirinya seorang Kristen tetapi tidak menunjukkan bukti dalam hidupnya dengan menghasilkan buah Roh, kita harus melihatnya dengan jelas dan menghindari orang tersebut. Dia mungkin memiliki wujud kesalehan secara lahiriah, namun dia menyangkal kuasa Tuhan dengan tidak membiarkan dirinya dikendalikan oleh Roh. Padahal, kalau imannya tidak tulus, ia tidak bisa dikendalikan oleh kuasa Tuhan, karena Roh Kudus tidak berdiam di dalam dirinya.

“Manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani” (1 Korintus 2:14). Manusia duniawi mungkin memiliki wujud kesalehan secara lahiriah, namun ia menyangkal kuasa Tuhan dalam cara hidupnya. Hanya iman kepada Yesus Kristus yang dapat mendatangkan pembenaran dan transformasi yang sangat dibutuhkannya (Kolose 1:21–22; Roma 5:1–2).

© Copyright Got Questions Ministries