www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apakah pertobatan merupakan perubahan pikiran atau berpaling dari dosa?

Jawaban:
Secara teknis, pertobatan adalah perubahan pikiran, bukan berbalik dari dosa. Kata Yunani yang diterjemahkan “pertobatan” adalah metanoia, dan artinya adalah “perubahan pikiran.” Namun dalam penggunaan umum, kita sering menyebut pertobatan sebagai “berpaling dari dosa.” Ada alasan bagus untuk ini.

Pertobatan sering dikaitkan dengan keselamatan dalam Alkitab. Apa yang terjadi ketika Roh Kudus memulai pekerjaan-Nya untuk membawa seseorang kepada keselamatan? Roh memberikan kepada orang berdosa pemahaman pribadi dan keyakinan yang penuh bahwa fakta-fakta mengenai keadaan rohaninya adalah benar. Fakta-fakta tersebut adalah dosa pribadinya, hukuman kekal yang harus ia terima atas dosanya, sifat penderitaan Yesus yang dapat menggantikan dosanya, dan perlunya iman kepada Yesus untuk menyelamatkan dari dosanya. Dari pekerjaan Roh Kudus yang menginsafkan itu (Yohanes 16:8), orang berdosa bertobat—dia berubah pikiran—tentang dosa, Juruselamat, dan keselamatan.

Ketika seseorang yang bertobat berubah pikiran mengenai dosa, perubahan pikiran itu secara alamiah mengarah pada penolakan terhadap dosa. Dosa tidak lagi diinginkan atau menyenangkan, karena dosa membawa hukuman. Orang berdosa yang bertobat mulai membenci perbuatan buruknya di masa lalu. Dan dia mulai mencari cara untuk mengubah perilakunya (lihat Lukas 19:8). Jadi, pada akhirnya, akibat dari perubahan pikiran terhadap dosa adalah perbuatan baik. Orang berdosa berpaling dari dosa menuju iman kepada Juruselamat, dan iman itu ditunjukkan dalam tindakan (lihat Yakobus 2:17).

Perubahan pikiran (pertobatan) tidak persis sama dengan pembalikan langsung dari dosa dan perbuatan baik yang terlihat, tetapi yang satu mengarah ke yang lain. Dengan pengertian ini, pertobatan berhubungan dengan berbalik dari dosa. Ketika orang-orang berbicara tentang pertobatan sebagai suatu perubahan dari dosa (bukan perubahan pikiran), mereka menggunakan kiasan yang disebut metonimia. Dalam metonimia, nama suatu konsep diganti dengan kata yang disarankan oleh penulis atau penutur aslinya.

Metonimia cukup umum dalam bahasa sehari-hari. Misalnya, laporan berita yang dimulai dengan “Indonesia mengeluarkan pernyataan hari ini” menggunakan metonimia, karena nama negara menjadi pengganti nama badan pemerintahan atau pemimpin yang benar-benar membuat pernyataan tersebut.

Di dalam Alkitab kita dapat melihat contoh metonimia lainnya. Dalam Markus 9:17 sang ayah menyatakan bahwa putranya mempunyai “roh bisu”. Roh jahat itu sendiri tidak bisu. Roh jahat itu menyebabkan anak itu menjadi bisu. Nama roh tersebut diambil dari efek yang dihasilkannya: yaitu seorang anak menjadi bisu. Metonimia di sini menggantikan sebab dengan akibat. Demikian pula, penggunaan kata pertobatan yang berarti “berpaling dari dosa” menggantikan sebab dengan akibat. Penyebabnya adalah pertobatan, perubahan pikiran; dampaknya adalah menjauhi dosa. Sebuah kata digantikan oleh konsep terkait. Itu metonimia.

Kesimpulannya, pertobatan adalah perubahan pikiran. Namun pemahaman alkitabiah mengenai pertobatan lebih dari itu. Dalam kaitannya dengan keselamatan, pertobatan adalah perubahan pikiran dari penerimaan terhadap dosa menjadi penolakan terhadap dosa dan dari penolakan terhadap Kristus menjadi iman kepada Kristus. Pertobatan seperti itu adalah sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan (Yohanes 6:44; Kisah Para Rasul 11:18; 2 Timotius 2:25). Oleh karena itu, pertobatan sejati yang alkitabiah akan selalu menghasilkan perubahan perilaku. Mungkin tidak secara instan, tapi pasti dan progresif.

© Copyright Got Questions Ministries