www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apa yang Alkitab nyatakan mengenai peminum alkohol di bawah umur?

Jawaban:
Alkitab tidak pernah menyebutkan secara spesifik mengenai peminum alkohol di bawah umur. Pada zaman Alkitab, anggur merupakan minuman pilihan, salah satunya karena kurangnya air di gurun Palestina. Semua orang minum anggur, dan tidak ada larangan budaya atau alkitabiah yang melarangnya. Alkitab hanya melarang mabuk-mabukan, bukan melarang minum minuman keras. Oleh karena itu, Alkitab tidak menyebutkan adanya peminum alkohol di bawah umur.

Alkitab tidak melarang orang Kristen minum bir, anggur, atau minuman lain yang mengandung alkohol. Faktanya, minum minuman keras sering kali digambarkan dalam istilah positif dalam Kitab Suci. “Minumlah anggurmu dengan hati yang senang” (Pengkhotbah 9:7). Mazmur 104:14-15 menyatakan bahwa Tuhan memberikan anggur “yang menyukakan hati manusia.” Amos 9:14 membahas meminum anggur dari kebun anggur Anda sendiri sebagai tanda berkat Tuhan. Namun, Alkitab secara khusus mengutuk mabuk dan dampaknya (Amsal 23:29-35). Umat Kristen juga diperintahkan untuk tidak membiarkan apa pun mengendalikan mereka (1 Korintus 6:12; 2 Petrus 2:19). Alkitab selanjutnya melarang seorang Kristen melakukan apa pun yang dapat menyinggung perasaan orang Kristen lainnya atau mendorong mereka untuk berbuat dosa yang bertentangan dengan hati nuraninya (1 Korintus 8:9-13).

Namun, jika frasa “peminum alkohol di bawah umur” mengacu pada pelanggaran hukum dengan memberikan alkohol kepada anak di bawah umur atau membiarkan anak di bawah umur meminumnya, maka jelas hal tersebut salah dan Alkitab mengutuknya. Roma 13:1-7 memperjelas bahwa orang Kristen tidak boleh melanggar hukum negara tetapi kita harus menaati pemerintahan yang Tuhan tempatkan atas kita. Tuhan menciptakan pemerintahan untuk menegakkan ketertiban, menghukum kejahatan, dan menegakkan keadilan (Kejadian 9:6; 1 Korintus 14:33; Roma 12:8). Kita harus mematuhi pemerintah dalam segala hal—membayar pajak, mematuhi peraturan dan hukum, serta menunjukkan rasa hormat. Satu-satunya saat kita diijinkan untuk tidak menaati penguasa yang memerintah kita adalah ketika penguasa tersebut meminta kita untuk tidak menaati Tuhan. Jika kita tidak menghormati hukum pemerintah, kita pada akhirnya menunjukkan rasa tidak hormat kepada Tuhan, karena Dialah yang menempatkan pemerintah di atas kita. Oleh karena itu, siapa pun yang melanggar hukum dengan membeli atau memberikan alkohol kepada anak di bawah umur berarti melanggar hukum dan tidak menaati Tuhan. Anak kecil yang meminum alkohol secara ilegal, karena belum cukup umur, juga bersalah.

© Copyright Got Questions Ministries