www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan fasik? Apakah kefasikan itu?

Jawaban:
Alkitab menyebut “orang fasik” sebagai orang yang terpisah dari Tuhan. Kefasikan adalah keadaan tercemar oleh dosa. Menjadi fasik berarti bertindak dengan cara yang bertentangan dengan sifat Tuhan, secara aktif menentang Tuhan dalam ketidaktaatan, atau mengabaikan Tuhan secara tidak hormat. Alkitab sering kali berbicara tentang “daging” yang mengacu pada hal-hal yang berasal dari sifat berdosa kita. Perbuatan daging dan keinginan dunia masuk dalam kategori kefasikan.

2 Petrus 3:7 mengatakan bahwa orang fasik akan menghadapi penghakiman. Wahyu 20:14–15 mengatakan, “Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” Pada akhirnya, mereka yang menolak Tuhan—orang fasik—akan dipisahkan dari-Nya selamanya.

Yudas menyebut guru-guru palsu sebagai orang yang fasik. Penjelasannya mengandung ciri-ciri kefasikan sebagai berikut: mereka menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus (Yudas 1:4). Selanjutnya, Yudas menyebutkan “perbuatan fasik” dari orang jahat dan “kata-kata nista” yang diucapkan orang fasik melawan Tuhan (ayat 15). Orang fasik juga dicirikan sebagai “menggerutu dan mengeluh” yang dengan egois menuruti “hawa nafsunya”, mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan (ayat 16). Orang fasik mencemooh kebenaran Tuhan dan berusaha memecah belah gereja (ayat 18-19).

Hebatnya, Yesus mengorbankan diri-Nya bagi orang-orang fasik. Roma 5:6 dan 8 berkata, “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka … Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Tuhan membenarkan orang-orang fasik (Roma 4:5), membekali mereka dengan kebenaran Kristus dan memampukan mereka untuk “hidup layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal” (Kolose 1:10).

Pengudusan kita bersifat progresif. Maksudnya, meskipun kita sudah diselamatkan dan dibenarkan di dalam Kristus, kita kadang-kadang masih bertindak dengan cara-cara yang tidak saleh. Kita masih dalam proses diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya (Roma 8:29-30; 2 Korintus 3:18; Filipi 1:6). Kita dinyatakan benar di hadapan Tuhan namun masih dikuduskan secara prakteknya. Singkatnya, kita masih berbuat dosa. Alkitab mengatakan kita harus mengakui dosa kita dan percaya pada pengampunan Tuhan (1 Yohanes 1:8-9). Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan kepada kita di dalam Kristus (Roma 8:31-39). Kita tidak lagi termasuk di antara orang-orang yang tidak saleh, meskipun kita masih melawan dorongan daging dan terkadang bertindak dengan cara yang tidak saleh.

Secara umum, orang fasik adalah mereka yang tidak mengenal Tuhan melalui Yesus Kristus. Mereka telah menolak Anak Allah dan tetap berada dalam dosa mereka. Mereka yang berada di dalam Kristus mendapat pengampunan dosa dan menjadi lebih saleh. Orang-orang percaya secara alami berupaya membuang segala kefasikan dari kehidupan mereka (1 Yohanes 3:9).

© Copyright Got Questions Ministries