www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apa itu meditasi Kristen?

Jawaban:
Mazmur 19:15 menyatakan, “Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan (Inggris: meditasi) hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.”

Kalau begitu apa itu meditasi Kristen dan bagaimana seharusnya orang Kristen bermeditasi? Ketika kata “meditasi” digunakan, biasanya terkandung makna mistis di dalamnya.

Bagi sebagian orang, meditasi itu menjernihkan pikiran sambil duduk dalam posisi yang tidak lumrah. Bagi sebagian lainnya, meditasi itu berhubungan dengan dunia roh di sekeliling kita. Konsep-konsep semacam ini jelas bukan meditasi Kristen.

Meditasi Kristen tidak ada sangkut pautnya dengan praktek-praktek yang memiliki mistisisme Timur sebagai dasarnya. Praktek seperti lectio divina, meditasi transendental, dan berbagai bentuk yang disebut sebagai “doa kontemplasi.”

Semua ini pada intinya merupakan premis yang berbahaya karena didasari asumsi kita perlu “mendengar suara Allah,” bukan melalui Firman-Nya, namun melalui wahyu khusus yang didapatkan melalui meditasi.

Beberapa gereja dipenuhi dengan orang-orang yang berpikir bahwa mereka mendengar “Firman dari Tuhan,” yang malah sering bertolak belakang dengan Alkitab dan akibatnya mengakibatkan perpecahan dalam Tubuh Kristus.

Orang-orang Kristen tidak boleh mengabaikan Firman Allah, yang “diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2Timotius 3:16-17).

Kalau Alkitab sudah memadai untuk memperlengkapi manusia secara menyeluruh untuk perbuatan baik, bagaimana mungkin kia berpikir bahwa kita perlu mencari pengalaman mistis?

Bagi seorang Kristen, meditasi semata-mata itu hanyalah terhadap Firman Allah dan apa yang dinyatakan mengenai Dia.

Daud memahami hal ini dan menggambarkan orang yang “berbahagia” itu orang “yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam” (Mazmur 1:2).

Meditasi Kristen yang sejati itu ketika proses pikiran secara aktif (memikirkan), di mana seseorang mendedikasikan dirinya untuk mempelajari Firman Allah, mendoakan, dan meminta Allah memberi kita pengertian melalui Roh yang telah berjanji untuk memimpin kita ke dalam “seluruh kebenaran” (Yohanes 16:13).

Kemudian, kita menerapkan kebenaran ini, mendedikasikan diri kepada Alkitab sebagai pedoman hidup dan perbuatan sehari-hari. Hal ini tentunya mengakibatkan pertumbuhan rohani dan kedewasaan dalam hal-hal yang berhubungan dengan Allah, sebagaimana diajarkan melalui pimpinan Roh Kudus.

Itulah meditasi Kristen.