www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apa tingkat keintiman yang pantas sebelum menikah?

Jawaban:
Efesus 5:3 memberitahu kita, “Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran … disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.” Hal-hal yang sekedar “mengesankan” kecabulanpun tidak pantas bagi seorang Kristen. Alkitab tidak memberikan “daftar” dari apa yang “memberi kesan” atau secara khusus memberitahu kita aktifitas-aktifitas fisik seperti apa yang dapat dilakukan oleh pasangan sebelum mereka menikah. Namun demikian, sekalipun Alkitab tidak secara khusus menyinggung isu ini, hal ini tidak berarti Tuhan memperbolehkan aktifitas “pra-seksual” sebelum menikah. Pada hakekatnya, “permainan pendahuluan” didesain untuk “mempersiapkan” hubungan seks. Karena itu, secara logis, “permainan pendahuluan” seharusnya hanya dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah. Hal-hal yang dapat dianggap sebagai “permainan pendahuluan” harus dihindari sampai saat pernikahan. (Di sini tidak perlu kita bicara secara mendetil).

Aktifitas seksual apapun seharusnya dibatasi hanya untuk pasangan yang sudah menikah. Apa yang dapat dilakukan oleh pasangan yang belum menikah? Pasangan yang belum menikah sepatutnya menghindari aktifitas apapun yang dapat menggoda mereka untuk melakukan hubungan seks, yang memberi kesan cabul, atau yang dapat dianggap sebagai “permainan pendahuluan.” Secara pribadi saya dengan tegas menasehati pasangan yang belum menikah untuk tidak lebih dari berpegangan tangan, berpelukan dan cium kecil sebelum menikah. Makin banyak yang pasangan yang sudah menikah dapat nikmati bersama secara ekslusif akan membuat hubungan seks mereka lebih istimewa.

© Copyright 2002-2014 Got Questions Ministries.