www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apakah kebangkitan Yesus Kristus itu benar adanya?

Jawaban:
Meskipun Alkitab tidak berusaha ”membuktikan” bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati, Alkitab memberikan bukti-bukti konklusif mengenai itu.

Kebangkitan Kristus dicatat dalam Matius 29:1-20; Markus 16:1-20; Lukas 24:1-53 dan Yohanes 20:1-21:25. Yesus yang telah bangkit juga dicantumkan dalam kitab Kisah Para Rasul 1:1-11.

Dari yang tercatat di sana, Saudara dapat memperoleh beberapa ”bukti” terkait kebangkitan Kristus. Terutama mengenai perubahan dramatis dari para murid. Dari orang yang ketakutan dan bersembunyi dalam rumah, mereka beubah menjadi sekelompok pemberani yang memberitakan Injil di seluruh dunia.

Bagaimana mungkin Saudara menjelaskan perubahan sedramatis ini kalau bukan Kristus yang sudah bangkit memperlihatkan diri kepada mereka?

Coba lihat kehidupan Rasul Paulus. Apa yang mengubahnya dari penganiaya gereja menjadi rasul bagi gereja? Kristus yang bangkit memperlihatkan diri kepadaNya di jalan menuju ke Damsyik (Kisah Para Rasul 9:1-6).

”Bukti” lain yang meyakinkan terkait kubur yang kosong. Jika Kristus tidak dibangkitkan, di mana tubuhNya?

Para murid dan orang-orang lainnya melihat kubur di mana Kristus dikuburkan. Ketika mereka memeriksa kubur, tubuhNya tidak lagi di sana. Malaikat-malaikat menyatakan bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagaimana dijanjikanNya (Matius 28:5-7).

Bukti lain mengenai kebangkitan ini terkait banyaknya orang yang langsung telah melihat Yesus yang bangkit (Matius 28:5,9, 16-17; Markus 16:9; Lukas 24:13-35; Yohanes 20:19, 24, 26-29; 21:1-14; Kisah Rasul 1:6-8; 1 Korintus 15:5-7).

Ayat kunci mengenai kebangkitan Kristus bisa ditemukan di 1 Korintus 15. Dalam perikop ini, rasul Paulus menjelaskan mengapa penting untuk mengerti dan percaya pada kebangkitan Kristus.

Kebangkitan Kristus itu penting bagi iman kekristenan karena alasan-alasan berikut ini:

(1) Jika Kristus tidak dibangkitkan dari antara orang mati, orang-orang percaya juga tidak akan dibangkitkan (1 Korintus 15:12-15).

(2) Jika Kristus tidak dibangkitkan dari antara orang mati, pengorbananNya untuk dosa dianggap belum memadai (1 Korintus 15:16-19). Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa kematianNya diterima oleh Allah sebagai penebusan untuk dosa-dosa manusia. Jika Yesus hanya sekedar mati dan tidak bangkit, hal itu berarti pengorbananNya dianggap belum memadai.

Akibatnya, dosa manusia tidak akan diampuni dan tidak akan ada kebangkitan (1 Korintus 15:16-19) – tidak akan ada hidup kekal (Yohanes 3:16). “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal” (1 Korintus 15:20).

Karena Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati – Dia adalah buah sulung dari kebangkitan kita.

(3) Semua orang yang percaya kepadaNya akan dibangkitkan kembali untuk hidup dalam kekekalan, sebagaimana Kristus sudah bangkit (1 Korintus 15:20-23). Melalui 1 Korintus 15, Paulus menjelaskan bagaimana kebangkitan Kristus membuktikan kemenanganNya atas dosa, dan memberikan kita kuasa untuk hidup berkemenangan atas dosa (1 Korintus 15:24-34).

(4) Kebangkitan Kristus memperlihatkan kita kemuliaan dari tubuh kebangkitan yang akan kita terima (1 Korintus 15:35-49).

(5) Kebangkitan Kristus menyatakan hasil dari kebangkitanNya: semua yang percaya padaNya akan mengalahkan maut (1 Korintus 15:50-58).

Betapa mulianya kebangkitan Kristus itu. “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” (1 Korintus 15:58).