www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apa itu doa keliling? Apakah doa keliling itu Alkitabiah?

Jawaban:
Doa keliling itu kebiasaan berdoa di lokasi, semacam doa syafaat yang dilakukan sambil berjalan mengelilingi atau mendekati tempat tertentu. Sebagian orang percaya ketika berada dekat dengan lokasi doa memungkinkan mereka untuk “berdoa lebih dekat, berdoa lebih tepat.”

Doa keliling dilakukan oleh individu-individu, kelompok, bahkan seluruh gereja. Itu bisa dilakukan dalam satu blok atau beberapa mil jauhnya. Idenya adalah menggunakan panca indra – penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap, dan peraba – untuk meningkatkan pemahaman pendoa syafaat akan kebutuhan doa.

Misalnya, kalau Saudara berjalan di lingkungan termpat tinggal sambil mencari hal-hal untuk didoakan, Saudara mungkin akan menemukan halaman yang sangat tidak rapi dan kumuh. Ini akan mendorong Saudara untuk berdoa untuk kesehatan, jasmani dan rohani bagi orang yang tinggal di dalam.

Beberapa kelompok berdoa keliling mengitari sekolah-sekolah, mendoalan para guru dan siswa di sana, untuk keamanan dan kesejahteraan mereka, termasuk rencana si jahat terhadap sekolah itu dihancurkan.

Ada orang yang merasa mereka lebih bisa berkonsentrasi dan mengarahkan doa mereka dengan lebih efektif dengan berjalan mendekati orang-orang dan tempat-tempat yang mereka doakan.

Berdoa keliling bisa dikatakan sebagai fenomena baru yang asalnya tidak jelas. Tidak ada contoh Alkitab mengenai berdoa keliling, sekalipun berjalan kaki itu cara berpindah tempat yang umum pada zaman Alkitab, di mana jelas orang pasti berjalan dan berdoa pada saat bersamaan. Namun, tidak ada perintah langsung dalam Alkitab bahwa doa keliling itu sesuatu yang harus kita lakukan.

Mempercayai bahwa doa yang dipanjatkan dalam keadaan tertentu, atau sementara berada dalam posisi tertentu akan lebih efektif daripada waktu dan cara yang lain itu tidak alkitabiah. Lebih dari itu, sementara kita merasa perlu berada dekat dengan lokasi atau situasi untuk berdoa dengan lebih jelas, Bapa surgawi kita, yang ada di segala tempat pada segala waktu, tahu dengan jelas apa yang diperlukan dan akan menanggapinya pada waktu-Nya dan kehendak-Nya yang sempurna.

Fakta bahwa Dia mengizinkan kita untuk menjadi bagian dari rencana-Nya melalui doa kita adalah untuk keuntungan kita, bukan untuk Dia.

Kita diperintahkan untuk “tetaplah berdoa” (1 Tesalonika 5:17), dan karena berjalan itu sesuatu yang kita lakukan setiap hari, jelaslah bahwa bagian dari tetap berdoa adalah berdoa sambil berjalan.

Allah mendengar semua doa yang dipanjatkan oleh mereka yang tinggal di dalam Kristus (Yohanes 15:7), tanpa memperdulikan waktu, tempat atau posisi. Pada saat bersamaan, jelas tidak ada larangan terhadap doa keliling. Semua hal yang mendorong kita berdoa itu memang layak untuk dipertimbangkan.