www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Jika kita dilahirkan dalam dosa, bagaimana adilnya Tuhan menghakimi kita atas dosa kita?

Jawaban:
Tuduhan umum terhadap agama Kristen adalah bahwa agama Kristen menghakimi orang secara tidak adil. Secara khusus, beberapa orang mengatakan bahwa Tuhan menyiapkan kita untuk kegagalan dan kemudian menghukum kita atas kegagalan yang Dia sebabkan. Jika itu benar, ini sungguh situasi yang tidak adil. Begitukah cara kerja Kekristenan? Apakah Tuhan secara tidak adil menghakimi kita atas sesuatu yang tidak dapat kita kendalikan? Jawabannya terdapat dalam Alkitab.

Untuk memulainya, kita harus mencari tahu apa yang Alkitab katakan tentang kelahiran kita dalam dosa. Daud, manusia yang berkenan di hati Tuhan, menulis dalam Mazmur 51:7, “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.” Rasul Paulus menulis bahwa kita semua ingin memuaskan “hawa nafsu daging” (Efesus 2:3). Itu berarti ada sesuatu yang alami dalam diri kita yang mendorong kita ke arah dosa.

Jadi, Alkitab tentu saja mengajarkan bahwa kita dilahirkan dalam dosa. Apakah Tuhan secara sewenang-wenang memutuskan bahwa manusia akan dilahirkan dalam keadaan berdosa? Jawabannya ditemukan sehubungan dengan manusia pertama, Adam. Ketika Adam diciptakan (tanpa dosa) oleh Tuhan dan ditempatkan di Taman Eden, ia juga diberikan hukum sederhana (Kejadian 2:16-17). Adam tidak menaati hukum Tuhan, dan Tuhan menyatakan dia bersalah dan menjatuhkan hukuman mati. Pilihan Adam untuk tidak taat itulah yang membuatnya bersalah di hadapan Tuhan. Dia adalah bapak umat manusia, dan sifat-sifatnya diturunkan kepada anak-anaknya. Roma 5:12 mengatakan bahwa dosa masuk ke dunia melalui Adam, dan kematian datang melalui dosa, karena semua orang telah berbuat dosa. Sebagai keturunan Adam, kita menerima sifat dosa yang diturunkan dari nenek moyang kita. Hal ini membuat kita dilahirkan dalam dosa, dengan kecenderungan alami untuk berbuat salah.

Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa kita tidak dapat memilih keluarga kita, sehingga Tuhan tidak dapat meminta pertanggungjawaban kita atas sifat dosa kita. Meskipun kita tidak mempunyai pilihan mengenai bagaimana kita dilahirkan, Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa kita mempunyai pilihan mengenai dosa-dosa kita. Sebelumnya, kita telah membaca Efesus 2:3, yang mengatakan bahwa kita ingin memuaskan keinginan daging kita yang berdosa. Itu adalah sebuah pilihan. Roma 5:12 mengatakan bahwa “semua orang telah berbuat dosa.” Kita adalah orang-orang berdosa karena perbuatan kita dan juga karena sifat kita. Dosa kita sendiri yang menghukum kita, bukan hanya dosa Adam. Kita dilahirkan dalam dosa, namun kita terus berbuat dosa karena pilihan pribadi kita. Ketika kita memilih dosa, kita menjadi bersalah di hadapan Tuhan, dan penghakiman-Nya adil.

Tuhan tidak hanya adil, tapi penuh belas kasihan. Pengajaran Alkitab tentang dosa pribadi tidak berakhir dengan pernyataan kesalahan manusia. Roma 5, yang menceritakan kepada kita bahwa dosa dan kematian masuk ke dalam dunia melalui satu orang, juga menceritakan kepada kita tentang berkat terbesar yang juga datang melalui satu orang. Karunia kasih karunia Allah datang melalui Yesus Kristus (Roma 5:15) dan melimpah kepada banyak orang. Ayat 19 mengatakan, “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.” Tuhan adil dalam menerapkan dosa Adam kepada seluruh umat manusia, dan Dia adil dalam menerapkan kematian Yesus Kristus kepada semua orang yang mau menerima Dia dengan iman. Yesus Kristus mati karena dosa-dosa dunia, agar dunia mempunyai kehidupan melalui iman dalam pengorbanan-Nya. Itu tidak “adil”—itulah kasih karunia!

© Copyright Got Questions Ministries