www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apa sajakah atribut-atribut Allah itu? Siapakah sesungguhnya Allah itu?

Jawaban:
Kabar baiknya, dalam usaha menjawab pertanyaan ini, semakin banyak yang dapat kita ketahui mengenai Allah!

Anda yang membaca artikel ini mungkin akan lebih baik kalau membaca seluruh penjelasan ini terlebih dahulu dan kemudian baru mencari tahu kutipan Alkitab yang disebutkan, supaya mendapatkan pemahaman yang menyeluruh.

Rujukan dari Alkitab mutlak diperlukan karena tanpa didasari otoritas dari Alkitab, apa yang dikatakan di sini tidak lebih dari sekedar opini manusia yang justru sering salah dalam memahami Allah (Ayub 42:7). Manusia tidak pernah dapat menyatakan betapa pentingnya bagi dirinya untuk mencoba mengerti siapa Allah itu.

Kegagalan memahami siapa Allah itu akan menyebabkan kita mempunyai, mengikuti dan menyembah ilah yang salah, yang malah berlawanan dengan kehendakNya (Keluaran 20:3-5).

Kita hanya dapat mengetahui apa yang Allah sendiri mau ungkapkan tentang dirinya. Salah satu dari atribut atau kualitas Allah adalah “terang”, yang artinya hanya Dia sendiri yang dapat mengungkapkan informasi mengenai diriNya (Yesaya 60:19; Yakobus 1:17).

Fakta bahwa Allah telah mewahyukan pengetahuan mengenai diriNya sendiri tidak boleh diabaikan begitu saja, ‘supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku” (Ibrani 4:1).

Ciptaan di alam semesta ini, Alkitab dan Sang Firman yang telah menjadi daging (Yesus Kristus) akan menolong kita untuk mengenal siapakah sesungguhnya Allah itu.

Mari kita mulai dengan memahami bahwa Allah adalah Pencipta dan kita adalah bagian dari ciptaanNya (Kejadian 1:1; Mazmur 24:1).

Allah berfirman bahwa manusia diciptakan menurut gambarNya sendiri. Manusia diciptakan melampaui segala ciptaan dan diberikan kuasa atas ciptaan lainnya (Kejadian 1:26-28).

Walau ciptaan ini telah dikotori oleh “kejatuhan” namun tetap memberikan gambaran mengenai karya Allah (Kejadian 3:17-18; Roma 1:19-20). Dengan mempertimbangkan luasnya ciptaan Allah, kompleksitasnya, keindahan dan keteraturannya, kita dapat membayangkan kedahsyatan Allah.

Beberapa nama Allah berikut ini dapat menolong kita memahami siapakah sesungguhnya Allah itu.

Elohim – Yang kuat, illahi (Kejadian 1:1)

Adonai – Allah, mengindikasikan hubungan antara Majikan dan hamba (Keluaran 4:10, 13)

El Elyon – Yang Mahatinggi, Yang paling perkasa (Yesaya 14:20)

El Roi – Yang kuat Yang melihat (Kejadian 16:13)

El Shaddai – Allah yang Mahakuasa (Kejadian 17:1)

El Olam – Allah yang kekal (Yesaya 40:28)

Yahweh – TUHAN yang “adalah Aku”, artinya Allah yang berada dengan sendirinya dalam kekekalan (Keluaran 3:13,14).

Mari kita melanjutkan mempelajari atribut-atribut lainnya dari Allah.

Allah itu kekal, berarti Dia tidak berawal dan keberadaanNya tidak akan pernah berakhir. Dia kekal, dan tak terbatas (Ulangan 33:27; Mazmur 90:2; 1 Timotius 1:17).

Allah itu tidak berubah, yang berarti Allah dapat dipercaya dan diandalkan (Maleakhi 3:6; Bilangan 23:19; Mazmur 102:26, 27).

Allah tak terbandingkan, yang berarti tidak ada satupun yang seperti Dia dalam karya atau keberadaannya; Dia tidak ada taranya dan sempurna adanya (2 Samuel 7:22; Mazmur 86:8; Yesaya 40:25; Matius 5:48).

Allah itu melampaui segala pengertian, yang berarti Dia tidak dapat diselami dan tidak dapat dipahami secara sempurna (Yesaya 40:28; Mazmur 145:3; Roma 11:33,34).

Allah itu adil, artinya Dia tidak membeda-bedakan seseorang dengan yang lain (Ulangan 32:4; Mazmur 18:31).

Allah Mahakuasa, artinya Dia berkuasa atas segalanya, Dia dapat melakukan apa saja yang dikehendakiNya, namun apa yang dilakukanNya senantiasa sesuai dengan karakterNya (Wahyu 19:6; Yeremia 32:17, 27).

Allah Mahahadir, artinya Dia senantiasa hadir dan Dia hadir di mana-mana, namun tidak berarti segalanya adalah Allah (Mazmur 139:7-13; Yeremia 23:23).

Allah Mahatahu, artinya Dia mengetahui masa dulu, sekarang dan akan datang, bahkan segala yang kita pikirkan. Karena Dia mengetahui segala sesuatu, keadilannya selalu ditegakkan (Mazmur 139:1-5; Amsal 5:21).

Allah itu Esa, yang berarti bukan saja tidak ada Allah lain, tapi juga berarti hanya Dia yang dapat memenuhi kebutuhan hati kita yang paling dalam, dan hanya Dia satu-satunya yang layak untuk kita sembah dan puja (Ulangan 6:4).

Allah itu benar adanya, yang berarti Dia tidak bisa dan tidak akan membiarkan kesalahan. Karena kebenaran dan keadilanNya, maka Yesus harus menanggung hukuman Allah Bapa terhadap dosa-dosa kita sehingga dosa-dosa kita dapat diampuni (Keluaran 9:27; Matius 27:45-46; Roma 3:21-26).

Allah berdaulat, yang berarti Dia adalah Pemegang kekuasaan tertinggi. Semua ciptaanNya, sadar atau tidak sadar, tidak dapat merusak rencana-rencanaNya (Mazmur 93:1; 95:3; Yeremia 23:20).

Allah itu Roh, yang berarti Dia tidak kelihatan (Yohanes 1:18, 4:24).

Allah adalah Allah Tritunggal, yang berarti tiga Pribadi tapi satu Allah; sama secara substansi, setara dalam kuasa dan kemuliaan. Perhatikan bahwa dalam Matius 28:19, dalam bahasa Inggris, penulisan “nama” dalam bentuk tunggal sekalipun dipakai untuk merujuk tiga Pribadi berbeda-“Bapa, Anak, Roh Kudus” (Matius 28:19; Markus 1:9-11).

Allah adalah kebenaran, yang berarti Dia tidak pernah bertentangan dengan diriNya sendiri, dan tidak bisa melakukan yang tidak benar dan tidak berbohong (Mazmur 117:2; 1 Samuel 15:29).

Allah itu suci, yang berarti Dia tidak dapat tercampur dengan segala kerusakan moral. Yang berarti Ia menentang segala yang berdosa. Allah melihat kejahatan dan marah karenanya.

Sering kali Alkitab menyebutkan api bersama-sama dengan kesucian. Allah juga dilukiskan sebagai api yang menghanguskan (Yesaya 6:3; Habakuk 1:13; Keluaran 3:2,4,5; Ibrani 12:29).

Allah itu penuh anugerah – hal ini termasuk kebaikan, kemurahan, belas kasihan dan kasih – semua kata ini menggambarkan arti dari kebaikan Allah.

Kalau bukan karena anugerah Allah, segala atribut Allah akan membuat kita terpisah daripadaNya. Kita bersyukur bahwa Dia ingin mengenal setiap dari kita secara pribadi (Keluaran 22:27; Mazmur 31:20; 1 Petrus1:3; Yohanes 3:16; 17:3).

Ini adalah suatu usaha yang sederhana untuk menjawab sebuah pertanyaan besar. Kiranya Anda terus bersemangat untuk lebih mengenal Dia (Yeremia 29:13).