www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apakah orang-orang Kristen percaya pada tiga Allah?

Jawaban:
Jika Anda seorang Muslim kemungkinan Anda mendengar bahwa orang-orang Kristen percaya pada tiga Allah. Sama seperti untuk orang Islam, pemikiran seperti itu juga merupakan hinaan bagi orang-orang Kristen.

Hanya ada satu Allah

Orang-orang Kristen memiliki kepercayaan yang sama dengan kaum Muslim yang percaya pada Allah yang esa. Dalam Kitab Suci kami (yang dipuji oleh Qur’an dalam Sura 4:136) Allah memerintahkan, “ Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” (Keluaran 20:3)

Apakah Yesus/Isa menjunjung tinggi monotheisme? Ketika diminta menyebutkan perintah terbesar, Yesus menjawab, "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Markus 12:29-30)

Allah yang esa ada sebagai tiga Pribadi.

Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu satu secara hakekat, tiga secara Pribadi: Bapa, Putra dan Roh Kudus. Setiap Pribadi adalah Allah yang sempurna. Allah bukan tiga namun tiga tapi satu. Ini bukan kontradiksi matematika. Walaupun manusia tidak dapat sepenuhnya memahami paradoks mengenai kesatuan Allah dalam tiga pribadi, kita percaya bahwa penyataannya adalah benar adanya. Orang Kristen bukan percaya pada tiga Allah. Allah kita yang Esa itu menyatakan diri dalam tiga Pribadi.

Apakah Yesus Putra Allah?

Yesus yang sama yang memuji keesaan Allah bersaksi dengan hidupNya yang sempurna, dengan mujizat-mujizatNya dan dengan mulutNya sendiri bahwa Dia adalah Putra Allah (Matius 9:6; Yohanes 8:46, 58). Yesus berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30). Kita tidak bisa memuji pengajaran Yesus dan pada saat yang sama menolak keillahianNya karena Dia mengaku berasal dari Allah dan adalah Allah. Karena itu Yesus adalah Putra Allah atau Dia adalah seorang yang menghujat Allah.

Apakah kesaksian Yesus membuat Anda marah? Kesaksian itu membuat para pemimpin agama pada zaman Yesus tersinggung. Karena Yesus mengaku Putra Allah (melambangkan hubunganNya dengan Allah), maka mereka berencana untuk membunuh Dia, “Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: "Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?" Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit." Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Untuk apa kita perlu saksi lagi? Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?" Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati.” (Markus 14:61-64)

Apa keputusan Anda?

Kepercayaan Anda tidak dapat mengubah kebenaran. Apakah Yesus Putra Allah? Kalau bukan Dia memang pantas untuk mati. Jikalau Dia adalah manusia, tulang belulangnya akan tergeletak dibaiik batu di dalam kuburan. Namun tidak demikian halnya. Melalui kebangkitanNya, Yesus membuktikan keillahianNya. Jika Dia adalah Putra Allah mengapa Dia lalu mati? Dia tidak pantas mengalami kematian. HidupNya yang tanpa cela adalah sesuai dengan kesaksian mengenai keillahianNya. Yesus memegang teguh perintah terbesar untuk mengasihi Allah.

Sudahkah Anda? Berbeda dengan Yesus, tidak seorangpun dari kita dapat mengasihi Allah di atas segala-galanya. Melanggar satu perintah yang kecil saja (seperti berdusta, membenci, iri hati) membuat kita tidak pantas masuk surga. “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.” (Yakobus 2:10). Kita pantas mengalami kematian – berpisah dari Allah untuk selamanya di dalam neraka.

Tapi syukurlah, Tuhan Yesus menanggung hukuman dosa ketika Dia mati di salib. “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (2 Korintus 5:21). Setelah mati di kayu salib, Yesus bangkit dari antara orang mati, membuktikan keillahianNya dan efektifnya pengorbananNya untuk dosa-dosa kita.

Tuhan Yesus yang hidup dapat membayar hutang dosa Anda, menyediakan Anda jalan masuk ke firdaus. Ketika Yesus menjanjikan untuk menyediakan tempat di surga bagi para pengikutNya, salah seorang bertanya bagaimana jalan ke sana. “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)

Percayalah pada kematian Yesus di atas salib dan kebangkitanNya dari antar orang mati untuk menyelamatkan Anda dari hukuman dan kuasa dosa. Dia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup!

© Copyright 2002-2014 Got Questions Ministries.